Protokol Kesehatan yang Harus Dipenuhi Perusahaan saat Karyawan Bekerja di Kantor

Lebih kurang sudah 8 bulan berlalu, dunia mengalami disruptif yang sangat masif terkait pola dan waktu bekerja. Soalnya, banyak perusahaan yang kini lebih memilih untuk membebaskan karyawannya bekerja secara remote. Hal terpenting, pekerjaan tuntas sesuai deadline yang ditentukan.

Dengan kebijakan tersebut, perusahaan pun bisa menghemat biaya pengeluaran untuk penyewaan gedung. Namun, tantangan selanjutnya sudah menanti ketika pandemi usai dan istilah “return-to-work” akan mengemuka.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, perusahaan perlu menerapkan strategi tertentu untuk mempertimbangkan jarak sosial yang perlu diterapkan, menghindari kepadatan kantor, mengutamakan keselamatan dan kesehatan, serta mengoptimalkan kolaborasi tim dengan situasi terbatas.

Baca juga: 6 Fitur Teknologi EcoStuxure untuk Industri F&B

Jarak sosial dan kepadatan kantor

Meskipun sebagian besar kantor sudah mulai mengubah ruangannya lebih terbuka, karyawan harus tetap memperhatikan protokol jaga jarak dari rekan kerja dan menggunakan meja kerja yang sudah dibersihkan sebelumnya.

Namun, bagaimana karyawan bisa tahu kalau meja tersebut sudah dibersihkan atau belum?

Menurut Schneider Electric, teknologi penginderaan (sensing technology) dan analitik digital (digital analytic) dapat dimanfaatkan.

Dua teknologi itu akan membantu karyawan memvisualisasikan informasi akurat yang menunjukkan kapan ruang dibersihkan sejak penggunaan terakhirnya.

Keamanan dan kesehatan di ruang kerja

Protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu saat memasuki gedung harus senantiasa diterapkan dengan disiplin dalam menyambut era return-to-work. Namun, untuk pemanfaatan teknologi yang lebih mutakhir, perusahaan bisa menggunakan teknologi kamera termal pendeteksi suhu yang dapat diletakkan di pintu masuk lobi.

Hal ini tentu akan mengurangi biaya penambahan petugas yang harus selalu berjaga di pintu masuk. Sebab, dengan kamera termal, sistem dapat secara otomatis mendeteksi orang yang memiliki suhu tinggi dan petugas hanya perlu menindaklanjuti bila ditemukan kasus tersebut.

Kolaborasi tim

Untuk menghindari kepadatan ruang kantor yang dapat merugikan seluruh karyawan, perusahaan perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi Schneider Electric’s Workplace Advisor dan connected room solution. Dengan teknologi ini, sistem akan membantu menginformasikan kondisi ruangan secara real-time, apakah jumlah karyawan yang berada di satu ruangan sudah melebihi batas maksimal yang ditentukan atau tidak.

Selain itu, teknologi tersebut bisa mengatur aliran udara dan volume udara segar secara otomatis sesuai jumlah orang yang  berada pada ruangan.

Baca juga: Peran Vital Data Center dalam Menyambut Tren Digitalisasi Industri

Bisa dibilang, ruang kerja yang fleksibel, terhubung (connected), dan sehat merupakan kebutuhan semua elemen karyawan dan perusahaan bisa memanfaatkan teknologi –teknologi canggih untuk mewujudkannya.

Dengan ruangan yang sehat, karyawan akan lebih leluasa bekerja tanpa harus khawatir terhadap kesehatan dan keselamatan dirinya. Produktivitas dan efektivitas bekerja pun dapat tetap dihasilkan secara optimal.

Published by The Minimalist Husband

A lovely husband who loves to write and share insightful tips. Follow my Instagram @alekleak to know more or contact me on kurniawanalek17@gmail.com for content partnership. I'll see you soon!

One thought on “Protokol Kesehatan yang Harus Dipenuhi Perusahaan saat Karyawan Bekerja di Kantor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: